Rabu, 16 November 2011

Arnold Ap

"Arnold Ap adalah salah satu Tokoh Papua yang semasa hidupnya bergelut dibidang seni dan budaya. Hampir selama semasa hidupnya Ia habiskan untuk  menciptakan lagu-lagu yang bernuansa Papua.

Demikian ungkapan salah satu rekan kerja semasa hidupnya, Johanis Mentanawany (55) saat ditemui JUBI di Museum Loka Budaya,Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua pada hari Kamis (12/3). Dirinya mengaku bekerja di Museum Universitas Cenderawasih Jayapura pada tahun 1979 silam bersama Almarhum Arnold Ap semasa hidupnya. Menurut Johanis, Arnold adalah seorang mahasiswa FKIP Jurusan Geografi di Unversitas Cenderawasih (Uncen) pada saat itu (1980an-Red) namun bakat alam dalam dirinyamengantarkan dirinya masuk jalur musik dan tarik suara. Ia berusaha membangun satu group musik pada waktu itu yang diberi nama Group Mambesak. Dimana dari group itu melahirkan Agus Kafiar (Mantan Rektor Uncen), Sam Kapisa dan masih banyak lagi Pemuda Papua yang kini menduduki jabatan-jabatan penting struktural.
Johanis juga menuturkan bahwa motto dari Almarhum semasa hidupnya adalah menyanyi untuk hidup. Almarhum selalu berusaha dengan menggunakan peralatan yang sederhana bahkan tempat yang tak mewah untuk melatih teman-teman didikannya.
“Dia biasa menggunakan halaman Gedung Pusat Studi dan Pengembangan Partisipatif (PSP3) Universitas Cenderawasih di Jayapura, Papua,” tukasnya seraya mengajak JUBI melihat tempat yang dimaksud yang terletak di belakang Gedung utama Museum. Ia juga menambahkan bahwa selain menggunakan halaman, Alharhum dan teman-temanya juga menggunakan samping halaman museum dan ruangan museum sebagai tempat latihan musik

Seni Lukis
Selain menggeluti seni tarik suara, kata Johanis, Almarhum Arnold Ap juga mempunyai kreatifitas melukis. Suatu saat, Ia pernah melukis dirinya sendiri. Selain itu ia biasa melukis benda-benda yang dianggap harus dimuseumkan atau benda-benda keramat yang perlu disimpan di museum. Sebelum benda tersebut diambil untuk dimuseumkan, almarhum menggambarkannya benda tersebut di tempat aslinya terlebih dahulu. Setelah digambar barulah benda tersebut disimpan karena pada saat itu mengabadikan gambar dalam kamera adalah hal yang belum dapat dilakukan karena harga kamera yang mahal (Musa Abubar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar